::VITAE::   ::PHOTO ALBUM::   ::PAST BLOG::   ::Yahoo!!360::   ::FRIENDSTER::



Sribudi Astuti
Female
Yogyakarta

Friends:

:: Bahtiar

:: Bank-Al

:: Daurie

:: Endar

:: Kang Erwin

:: Merlyna lim

:: Murtiningrum

:: Pepeng

:: Roza

:: Sonya

 

L

 

Departemen Pertanian

UGM

 

milis beasiswa

 

i love blue

 

   

<< November 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30

Add text or HTML here

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Thursday, July 06, 2006
When the deams come true


Buatlah peraturanmu Sendiri dan tunjukkan keindahan dalam dirimu
Jika kau ikuti kata hatimu, mereka semua akan takluk

Raihlah langit, tak setinggi yang kau kira
Ikutilah kata hatimu, jangkaulah impianmu

Ambillah resiko, karena lebih baik daripada tak ada kesempatan sama sekali
Dunia akan berubah dan kita baru saja memulainya

Jangan biarkan orang lain mengatakan itu tak bisa dilakukan
Jika kau ikuti kata hatimu, kau akan bersinar seterang matahari.

Posted at 02:00 pm by Sribudi Astuti
Make a comment  

Thursday, June 29, 2006
From Chicken Little

Selamat pagi kawan!!!
pernah liat Chicken little kan?
Sempat gak memperhatikan ungkapan chicken little di bagian akhir film yang kurang lebih artinya begini " meskipun kau melihat langit di sekitarmu akan runtuh, jangan pernah menyerah,jangan pernah menyerah, karena setiap hari adalah hari yang baru "
Yup... never give up for everything u do everyday.. never.. or you will never a good lesson form your activity.


Posted at 01:13 pm by Sribudi Astuti
Make a comment  

Never Judge A Book By Its Cover



" Never Judge a book by its cover" rupanya bukan sekedar nasihat untuk tidak menilai seseorang dari penampilan luarnya, tapi dalam arti yang sebenarnya, kiasan diatas juga berlaku. jangan pernah membeli buku hanya dengan melihat covernya saja, karena ketika buku itu kira baca seluruh isinya, bukan tidak mungkin akan membuat kecewa, dan ini yang aku alami minggu ini.
kemarin, secara kebetulan aku lewat didepan sebuah toko buku, seperti biasa, dan karena sudah lama aku tidak membeli buku, akupun berbelok dan masuk ke toko buku. Setelah puas berkeliling sambil melihat-lihat buku yang ada, judul-judul buku baru, disebuah sudut perhatianku tertuju pada sebuah buku, judulnya cukup fantastis, sinopsis di bagian back cover juga cukup menarik pengunjung untuk membeli dan membacanya, namun karena buku tersebut masih di segel, dan pengunjung toko tidak diijinkan membuka buku-buku yang di segel, dengan pedenya buku itu aku bawa ke kasir, dan aku bayar. Sesampai di rumah, dengan semangat 45, aku buka buku itu, aku baca lembar-demi lembar, dan betapa kecewanya aku, ketika membaca, hampir sampai bagian akhir dari buku itu, rupanya, buku tersebut hanya berisi, pandangan subyektif dari sang penulis mengenai sebuah fenomena yang terjadi di kota pelajar, dan pada salah satu bab, justru memojokkan suatu komunitas masyarakat tertentu.
Sontak.. rasanya ingin sekali aku marah, tapi tetep tak ada gunanya, toh isi dompetku sudah keluar untuk buku tersebut, mau memberikan kritik pada penulisnya, ah, tar dia malah tersinggung,itu hak dia.. aku cuma berharap, esok aku tidak salah pilih buku lagi, dan semoga, penulis yang cenderung bersifat subyektif terhadap fenomena, atau obyek yang akan di jadikan bahan cerita dalam tulisannya,karena sedikit banyak apa yang dia tulis akan mempengaruhi pikiran pembacanya, dan bukan tidak mungkin justru akan membuat pertentangan-pertentangan masyarakat terhadap fenomena2 yang sama dengan yang tertulis dalam bukunya, serta pada akhirnya buku yang ditulis dengan maksud baik dalam rangka memberikan informasi dan edukasi kepada pembacanya, justru menjadi seonggok duri dalam pikiran pembaca yang setiap saat dapat digunakan sebagai senjata untuk saling mencucuk.

Posted at 01:09 pm by Sribudi Astuti
Make a comment  

Monday, June 26, 2006
Lagu Iwan Fals

Maafkan aku Iwan.. aku tak bisa.. apapun yang tjd aku gak bisa menerimamu.... ihhhh... kepedean banget sich aku... padahal ini cuma lagu..hahaha... NARCIS ABIS


IJINKAN AKU MENYAYANGIMU
by : Iwan fals


Andai kau ijinkan
walau sekejap memandang
Kubuktikan kepadamu
aku memiliki rasa

*)
cinta yang kupendam
tak sempat aku nyatakan
karena kau tlah memilih
menutup pintu hatimu

ijinkan aku membuktikan
inilah kesungguhan rasa
ijinkan aku menyayangimu

Reff:
sayangku ooooo
dengarkanlah isi hatiku

cintaku oooooo
dengarkanlah isi hatiku
back to *)


bila cinta tak menyatukan kita
bila kita tak mungkin bersama
ijinkan aku tetap menyayangimu

to Reff:

Aku sayang padamu
Ijinkan aku membuktikan

Posted at 05:33 pm by Sribudi Astuti
Make a comment  

Thursday, June 08, 2006
Modul 6 x 9 relatif tanggap gempa

Satu lagi contoh kearifan lokal yang sering dilupakan orang

Pagi ini di i-radio mengetengahkan dialog bangunan tanggap gempa( bukan tahan gempa lho, kalau tahan gempa itu berarti bangunan dan lingkungan tempat pendirian bangunan bukan merupakan satu kesatuan)
Berdasarkan hasil study dari  Pusat Studi Gempa dan Kebencanaan  UII Jogjakarta, yang telah melakukan study tentang modul bangunan yang ada  di seluruh pulau Jawa, bentuk bangunan rumah rakyat yang berukuran 6 x 9 relatif tanggap gempa.
Sekarang pertanyaannya.. rumah modulle 6 x 9 itu rumah yang seperti apa??
OK bangunan dengan module 6 x 9 itu biasanya berupa rumah  Limasan, Kampung, dan ada beberapa rumah modern yang memang berukuran 6 x 9 meter. rumah ini kebanyakkan di temui di pedesaan yang relatif belum begitu mengikuti arus budaya modern yang mementingkan sisi estetika daripada sisi keamanan dan kenyamanannya

 

 


Posted at 03:35 pm by Sribudi Astuti
Make a comment  

Gempa lagi.. .mrapi-pun muntah lagi

siang ini, abis ngelaporin kerjaan kemarin dan mengembalikan lagi pekerjaan ke Gunawan, aku main ke Basement kampus, biasa, thats my old room.. haha.. lagi asiknya ngobrol dengan teman dan membuka messenger.. tiba-tiba.. rugghhhhhh.. semua orang lati dan berteriak ' Gempaaaa" dan semua orang berlarian ke tangga dan naik ke atas untuk keluar gedung, hah semua orang berdebar-debar.setelah agak tenang, masuk ke lobby FTP lagi, ups.. di TV disiarkan kalau Merapi Meletus.. upss

aku pulang kerumah.. ups... Masyaallah.. di utara nampak awan panas bergulung, dan menutupi sebagian besar tubuh Merapi, tidak seperti biasanya dimana awan panas meluncur pada jalur yang biasa.

 


Posted at 03:35 pm by Sribudi Astuti
Make a comment  

Sunday, June 04, 2006
Sapaan selamat pagi dari Budi nih

Bangun pagi-pagi, udah mandi, gosok gigi, bersih-bersih dan sampai aku nyalain komputer ini, kenapa badanku masih lemes, batuk sudah mulai menyerang, bersin-bersin sudah tidak pandang waktu, dan kata adikku semalam aku ngigau manggil-manggil ibu karena badan ku demam tinggi.
och... aku tahu sudah beberapa hari ini rasanya aku kurang tidur, sejak kejadian gempa dahsyat yang  membuat jogja selatan morak-marik,sekarang setiap ada gempa susulan sekecil apapun, aku selalu merasakannya, meski sedang tidur terlelap, aku langsung melompat dari tempat tidur dan lari ke pintu, sampai saking takutnya aku tidur di sofa depan kurang lebih 2 hari, dan pintu rumah sengaja tidak dikunci, tapi tetep aja gak bisa tidur, sebentar-sebentar terjaga dan siap untuk lari.

Pikiranku-pun melayang ke catharina, kawan baru yang aku kenal waktu sedang tes kesehatan untuk di RS DR. Sardjito, katanya sudah seminggu tidak berani tidur didalam rumah, badannya KO, dan katanya rumahnya juga akan dirobohkan karena tidak layak huni. Keselatan lagi... pikiranku melayang ke Erni, dimana ya sahabatku yang satu itu, sudah hampir dua tahun tidak bertemu, aku dengar di radio kalau kampung Erni paling parah kerusakannya. buat teman yang mungkin membaca tulisan ini, kalau ada kabar tentang Erni Purwaningsih dari Kutu, Sumbermulyo, Bambang Lipuro, Bantul, tolong kasih tahu ya.


Posted at 12:08 pm by Sribudi Astuti
Make a comment  

Tempe oh Tempe

Kenapa aku jadi exited ya melihat yang namanya tempe hari ini?? Tak terasa udah seminggu aku gak merasakan tempe bungkus daun yang enak, kemarin aku ribut ketika ibu pulang tidak bawa tempe, katanya dipasar cuma sedikit yang jual, itupun berebut. Tahu juga jarang, paling banyak kalau beli kebagian 5 biji, itupun harus antri, baru pagi ini agak longgar dan ibu pulang dari pasar membawa beberapa tempe bungkus.
Stupid banget aku yach... baru tempe.. udah girangnya minta ampun, apalagi dapat daging yang lezat, bisa gila saking senengnya.. ah ternyata hal sebaliknya terjadi padaku, setiap kali aku melihat daging sapi atau ayam plus bau anyirnya di dapur... yang ada dikepalaku adalah....... (ah sudahlah tar pada takut)...
Selama seminggu aku hanya makan nasi ditemani ikan yang aku pancing sendiri di kolam belakang rumah, biar sama-sama amis, minimal tekstur dagingnya beda dengan lauk dari mamalia.


Posted at 12:08 pm by Sribudi Astuti
Make a comment  

Rumah

Ketika masih sekolah, kita pernah belajar tentang fungsi rumah, antar alain untuk berlindung dari panas matahari, derasnya hujan, dan melindungi tubuh kita dari keadaan cuaca yang buruk, bahkan ketika kita mulai berlajar tentang fungsi rumah dalam kehiduan sosial, rumah bukan sekedar tempat berteduh, tapi tempat berinteraksi antar anggotanya, tempat membagi kasih sayang orang tua dan anak, namun apa yang terjadi ketika tempat kita mendirikan rumah kita diguncang gempa dahsyat seperti yang terjadi seminggu lalu, rumah bukan lagi tempat yang nyaman untuk kita berteduh didalamnya, bahkan rumah juga menjadi ancaman bagi kita, banyak sekali orang meninggal karena tertimbun reruntuhan rumahnya sendiri dan banyak orang trauma memasuki rumahnya yang sudah mulai retak.

Posted at 12:08 pm by Sribudi Astuti
Make a comment  

Orang yang berpikiran maju

"saya memperoleh kemajuan karena saya mengelilingi diri dengan orang-orang yang pintar dan saya selalu nyaman beerada diantara mereka, ketika saya ada bersama mereka, saya selalu menempatkan diri lebih rendah dari mereka, sehingga saya akan terdorong untuk terus mencapai kemajuan seperti mereka"

Aku tak tahu ini kutipan dari mana, yang jelas aku hanya mendengarkan di radio pagi ini.


Posted at 12:08 pm by Sribudi Astuti
Make a comment  

Previous Page Next Page